Kelas 6 · Materi Belajar
Seni Budaya
10 materi · gratis dibaca
- 01
Mengenal Motif Batik
Batik dibuat dengan menahan warna pakai lilin panas di kain. Batik tulis digambar tangan pakai canting, motifnya tidak ada yang sama persis. Batik cap memakai stempel tembaga, motifnya berulang sama persis dan lebih cepat dibuat. Motif Parang, Kawung, Mega Mendung, dan Truntum masing-masing punya arti sendiri. Batik tulis lebih mahal karena butuh waktu dan keterampilan tangan lebih lama.
Baca materi - 02
Berkarya Batik
Krayon putih bisa menahan warna seperti lilin batik asli, karena sama-sama mengandung lilin. Rancang motif di kertas dulu sebelum dipindah ke kain, disebut nyorek. Warna hanya menempel di bagian kain yang tidak digambar krayon atau lilin. Melorod adalah proses melelehkan lilin dengan setrika supaya motif putih muncul. Minta bantuan orang dewasa saat menggunakan setrika panas.
Baca materi - 03
Gambar Ilustrasi
Ilustrasi adalah gambar yang memperjelas isi cerita, bukan sekadar hiasan. Pilih adegan paling penting dari cerita untuk digambar. Tokoh harus digambar dengan ciri yang sama di setiap halaman. Buat sketsa kasar dulu sebelum menggambar rapi dan mewarnai. Latar dan ekspresi tokoh harus sesuai dengan isi cerita.
Baca materi - 04
Membuat Boneka
Rancang sketsa karakter dulu di kertas sebelum memotong bahan. Kaus kaki, kancing, benang wol, dan kain perca bisa jadi bahan boneka. Isian di dalam badan boneka membuatnya terlihat penuh dan berbentuk. Pola membantu supaya kamu tidak salah potong bahan yang terbatas. Boneka sederhana tetap bisa bagus kalau rancangan dan detailnya rapi.
Baca materi - 05
Menggambar Bentuk
Semua benda bisa digambar dari gabungan bentuk dasar: kubus, tabung, bola, dan kerucut. Cari bentuk dasar benda dulu, gambar tipis-tipis sebagai kerangka. Proporsi adalah perbandingan ukuran antar bagian benda yang harus sesuai aslinya. Arsiran gelap terang membuat gambar benda terlihat punya bentuk nyata. Perbaiki proporsi selagi garis masih tipis, sebelum dipertegas.
Baca materi - 06
Kolase dan Mozaik
Kolase menempel bahan bebas bentuk dan ukuran, boleh saling menumpuk. Mozaik menyusun potongan kecil seragam, disusun rapat tanpa menumpuk. Keduanya dimulai dari membuat pola di bidang gambar. Lem dioleskan sedikit demi sedikit supaya tempelan rapi. Bahan kolase dan mozaik bisa didapat dari barang bekas di rumah.
Baca materi - 07
Membuat Patung
Patung bisa dibuat dengan empat teknik: membentuk, memahat, merakit, atau mencetak. Membentuk memijat bahan lunak, memahat mengurangi bahan keras. Merakit menyambung beberapa bahan, mencetak memakai cetakan. Haluskan permukaan patung sebelum diwarnai, disebut finishing. Patung harus benar-benar kering dulu supaya cat menempel rapi.
Baca materi - 08
Poster dan Reklame
Reklame adalah media untuk menarik perhatian dan menyampaikan pesan ke orang banyak. Reklame komersial menjual produk, reklame layanan masyarakat mengajak kebaikan. Poster yang baik fokus pada satu gambar utama dan satu pesan. Slogan adalah kalimat pendek dan mudah diingat berisi pesan utama. Warna kontras dan tulisan besar membuat poster terbaca dari jarak jauh.
Baca materi - 09
Mengapresiasi Ragam Hias Nusantara
Ragam hias adalah pola gambar berulang yang menghias permukaan benda. Empat jenisnya: flora, fauna, geometris, dan figuratif. Banyak ragam hias Nusantara punya arti dan cerita khusus, bukan sekadar hiasan. Tenun dibuat dengan menyilangkan benang, songket ditambah benang emas atau perak. Tiap daerah di Nusantara punya ragam hias khasnya masing-masing.
Baca materi - 10
Menggambar Suasana Alam dan Pameran Karya
Objek yang jauh digambar kecil dan samar, objek yang dekat digambar besar dan detail. Cakrawala adalah garis pemisah antara langit dan daratan atau laut. Warna membantu menunjukkan suasana dan waktu dalam gambar, seperti siang atau senja. Pilih karya terbaik dan beri label sebelum dipamerkan ke orang lain. Pameran karya melatihmu menerima pendapat dan pujian dari orang lain.
Baca materi