Lewati ke konten
Mata pelajaran Kelas 5
SB

Kelas 5 · Materi Belajar

Seni Budaya

10 materi · gratis dibaca

  1. 01

    Mengenal Unsur dan Prinsip Seni Rupa

    Unsur seni rupa adalah garis, bentuk, bidang, warna, tekstur, dan gelap terang. Prinsip seni rupa adalah cara menyusun unsur, misalnya keseimbangan, irama, dan proporsi. Pengulangan bentuk yang teratur menciptakan irama. Bagian paling menonjol dalam gambar disebut pusat perhatian.

    Baca materi
  2. 02

    Menggambar dengan Prinsip Ritme

    Irama adalah pengulangan bentuk yang teratur dalam gambar. Irama repetitif mengulang bentuk yang sama persis. Irama alternatif berselang-seling dua bentuk berbeda. Irama gradasi berubah bertahap, biasanya dari besar ke kecil atau gelap ke terang.

    Baca materi
  3. 03

    Mengenal dan Mengeksplorasi Ikatan dan Simpul

    Ikatan menyambung tali supaya tidak lepas; simpul membentuk pola yang bisa diulang. Simpul jangkar dipakai untuk mengaitkan tali ke gantungan. Simpul pipih memakai empat utas, dua diam dan dua melilit bergantian. Kekuatan simpul ditentukan jenis dan cara melilit, bukan jumlah ikatannya.

    Baca materi
  4. 04

    Membuat Karya Seni Makrame Sederhana

    Potong tali sekitar delapan kali panjang karya makrame yang diinginkan. Pasang tali ke gantungan dengan simpul jangkar terlebih dulu. Susun simpul pipih berbaris dengan jarak sama supaya polanya berirama. Rapikan ujung tali dengan simpul mati, lalu gunting jadi rumbai rata.

    Baca materi
  5. 05

    Mengenal dan Mengeksplorasi Aneka Anyaman

    Menganyam adalah menyilangkan lungsin yang diam dan pakan yang bergerak. Anyaman tunggal menyilang satu-satu, hasilnya rapat dan rata. Anyaman ganda menyilang dua-dua, hasilnya lebih tebal dan kuat. Pemilihan teknik anyaman tergantung bahan dan tujuan barangnya.

    Baca materi
  6. 06

    Membuat Souvenir dari Anyaman

    Souvenir anyaman fungsional direncanakan bentuknya sebelum mulai memotong bahan. Semua strip bahan harus dipotong dengan lebar yang sama. Ujung strip diselipkan ke sela-sela anyaman, bukan sekadar dipotong. Tepi yang rapi membuat souvenir lebih tahan lama dipakai.

    Baca materi
  7. 07

    Menggambar Ekspresif dengan Prinsip Keseimbangan

    Menggambar ekspresif berarti menuangkan perasaan lewat garis dan warna bebas. Keseimbangan simetris membuat kanan dan kiri gambar sama persis. Keseimbangan asimetris membuat kanan dan kiri beda bentuk tapi tetap terasa seimbang. Bobot visual, bukan bentuk yang sama, yang membuat gambar asimetris tetap seimbang.

    Baca materi
  8. 08

    Menggambar Objek Tumbuhan dengan Prinsip Proporsi

    Proporsi adalah perbandingan ukuran antarbagian gambar yang wajar. Pilih satu bagian tumbuhan sebagai patokan untuk membandingkan bagian lain. Sketsa tipis dulu, bandingkan dengan aslinya, baru pertegas garisnya. Bentuk yang mirip saja tidak cukup; ukurannya juga harus sebanding.

    Baca materi
  9. 09

    Mengenal Aneka Ragam Hias Nusantara

    Ragam hias dibuat dengan menggayakan bentuk alam atau geometris, disebut stilisasi. Empat kelompoknya adalah flora, fauna, geometris, dan figuratif. Motif Kawung dan Mega Mendung dari Jawa termasuk ragam hias geometris. Setiap daerah di Indonesia punya ciri khas ragam hiasnya sendiri.

    Baca materi
  10. 10

    Membuat Karya Seni dari Bahan Daur Ulang

    Pilih bahan bekas yang aman, hindari pecahan kaca atau tepi kaleng tajam. Cuci dan keringkan bahan bekas sebelum mulai berkarya. Kertas dan kardus cocok digunting dan ditempel, plastik cocok dipotong dan dirakit. Bahan bekas dengan tepi tajam sebaiknya dikerjakan bersama orang dewasa.

    Baca materi